Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 05:54:31【Tempat Makan】755 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(66)
Artikel Terkait
- Tips aman dan nyaman menonton konser
- Anggota DPR RI
- Riset: Kril Antartika enggan konsumsi makanan bermikroplastik
- Polres Banjar siapkan posko untuk siswa korban keracunan MBG
- Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
- Dinkes Cianjur catat 16 siswa mendapat perawatan di puskesmas
- Gubernur Kalsel minta SPPG perhatikan kebersihan cegah keracunan MBG
- Legislator: UU Kepariwisataan tandai perubahan pembangunan pariwisata
- SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi
- Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar
Resep Populer
Rekomendasi

BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022

SPPG yang lalai terhadap kualitas makanan harus dibenahi

Menelaah tren "doom spending" Gen Z sebagai motor penggerak ekonomi

Jangan dihindari! Ini 5 makanan pahit yang baik untuk kesehatan tubuh

Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI

Tujuh Kegunaan Ngak Terduga Plastik Wrap dalam Kehidupan Sehari

82 Dapur MBG ditargetkan beroperasi di Padang akhir 2025

Media Hamas Sebut Kerugian Perang di Gaza Lampaui 70 Miliar Dolar AS